Pihak Mana Yang Disalahkan Jika Jalanan Macet?

Ototis.com – Kemacetan nampaknya menjadi pemandangan yang sudah biasa terjadi di Indonesia, terutama adalah di kota besar seperti di Indonesia. Biasanya, yang paling disalahkan sebagai penyebab dari kemacetan tersebut adalah karena banyaknya pengendara pribadi, baik itu sepeda motor ataupun mobil. DenganĀ  kenyataan ini, pantaskah pihak industri otomotif menjadi pihak yang disalahkan?

“Industri nggak ada hubungannya dengan kemacetan. Jadi kemacetan itu urusannya sama tata kota. Sehingga sekarang ini jadi isu kita bersama dengan Pemerintah Daerah (Pemda),” ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, kepada wartawan, di Jakarta.

Melalui hal ini pemerintah memberikan informasi kepada pemda untuk lebih membenahi sarana dan prasarana jalanan.

“Tata ruang di pusat bisnis , dimana tempat tinggal. Kemudian di mana perlu kendaraan umum, perlu kendaraan pribadi,” ucapnya.

Menurutnya, kemacetan yang terjadi di jalanan tersebut salah satunya dikarenakan oleh pemda yang dianggapnya terlalu mudah memberikan izin untuk mendirikan bangunan.

“Misalnya di Kawasan industri disekitarnya dibiarkan tumbuh perkantoran karena tiba-tiba datang investor, mau bikin restoran, padahal area itu bukan area bisnis , tapi karena Pemda punya kewenangan memberikan ijin lokasi, ijin lokasi diterbitkan,” paparnya.

Tentunya hal ini semakin parah jika kondisi ekonomi tinggi. Dengan alasan itulah dibentuk Kementerian Agria dan Tata Ruang (ATR). Dengan adanya ATR, maka pemerintah akan dipermudah untuk melakukan penataan mengenai infrastruktur jalanan.

“Dimana Pusat Kota, sekolah, tempat hiburan. Jadi penempatan tidak karuan itu yang menjadi macet. Kita lihat lokasi macet, karena Kawasan industri banyak, tapi tata kota tidak teratur hanya mengandalkan jalan tol,” pungkas Putu. (khi/lth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *