Pemilik Mobil Mazda Beberapa Lebih Memilih Servis di Bengkel Non-Resmi, Kenapa?

Ototis.com – Tiap pabrikan otomotif biasanya akan menyediakan dealer resmi, ataupun bengkel resmi sebagai suatu alternatif ataupun pilihan bagi para konsumen dari produknya dalam melakukaan servis. Namun, meski telah menyediakan bengkel resmi, bukan berarti konsumennya diharuskan untuk menyervis kendaraannya di bengkel resmi tersebut. Hal ini dikarenakan segala keputusan terkait tempat penyervisan semuanya diserahkan kepada konsumen itu sendiri.

Terkait dengan keberadaan resmi, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), selaku APM dari merek Mazda di Indonesia menyampaikan bahwa di tahun lalu, ada beberapa pelanggan bengkel resmi mereka yang lebih memilih untuk menyervis produknya di bengkel resmi mereka.

“Jika dilihat dari awal 2017 sampai akhir, tidak begitu banyak. Jika dari segi persentase itu single digit di bawah 10 persen, tidak banyak. Itu bukan karena peralihan dari MMI ke EMI, tapi menurut saya karena memang nature-nya,” ujar Igor Panjaitan, Customer Service Director PT EMI.

Menurut pria tersebut, salah satu yang membuat konsumen memilih untuk menyervis ke bengkel non resmi adalah karena harganya lebih murah. Biasanya, sebelumnya diantara mereka akan menyervis produknya di bengkel resmi Mazda selama tiga tahun atau selama masih ada garansinya, sebelum akhirnya ke bengkel resmi.

“Itu benar, tapi yang kami ingin mereka kembali lagi ke bengkel resmi adalah karena safety-nya. Kami punya suku cadang asli, walauun di luar mereka bilang mereka bisa mendapatkannya juga. Oke sepertij itu, tapi kami punya proses perbaikan atau workshop kami berstandar Mazda,” ucap Igor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *