Mobil Listrik Tak Akan Dibebani dengan Pajak Barang Mewah?

Ototis.com – Sebuah Peraturan Presiden telah dirilis terkait dengan pengembangan kendaraan ramah Lingkungan di Indonesia. Peraturan tersebut ialah Perpres Nomor 22 tahun 2017 yang mengatur tentang rencana umum energi nasional. Dalam peraturan tersebut salah satunya memuat bahwa pada tahun 2025 nanti setidaknya ada 2.200 unit mobil listrik atau hybrid yang akan di produksi di Indonesia.

Selain itu, diharapkaan bahwa penjualan mobil Listrik di Indonesia dapat mencapai prosentase sebesar 20% dari total penjualan.

Terkait denga hal ini, berapakah insentif pajak yang akan diterima oleh pihak pabrikan dari pemerintah?

Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian RI menyampaikan bahwa kemungkinan nantinya Mobil Listrik tak akan dibebani dengan pajak barang mewah. Namun, meski ddemikian mobil listrik akan dibebani bea masuk sebesar 5 persen karena kemungkinan besar kebanyakan mobil listrik yang nantinya akan di jual di Indonesia masih di datangkan dari negara lain.

“Tapi, ini masih dalam pembicaraan, sedang pembahasan,” ujarnya di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Senin 26 Februari 2018.

Namun, menurut pernyataan dari Mardiasmo, selaku wakil menteri keuangan, ia menyampaikan bahwa terkait mobillistrik yang rencananya tak akan di bebani dengan pajak barang mewah masih dalam pembahasan.

“Nanti kami lihat pengaturan pajak konversinya. Nanti kami lihat dulu, insentif seperti apa, biar semua komprehensif,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *