Mobil Akan Ditinggal Dalam Waktu Lama? Perhatikan Hal Ini!

Ototis.com – Memasuki liburan panjang, tidak sedikit orang memilih untuk pergi berlibur. Berkaitan dengan liburan ke suatu tempat, diantara meraka ada yang suka menggunakan kendaraan pribadinya seperti mobil, namun ada pula yang memilih pakai alat transportasi umum meskipun sebenarnya mereka juga memiliki mobil.

Membahas terkait orang yang memilih untuk berlibur dengan alat transportasi umum, jika ia punya mobil tentunya mobil tersebut akan ditinggal di garasi ataupun di tempat penitipan. Berkenaan dengan hal ini, ada hal yang perlu diperhatikan ketika meninggalkan mobil dalam waktu yang cukup lama.

Seperti yang disampaikan oleh Iwan Abdurahman, Technical Service Division PT Toyota Astra Motor, bahwa tekanan angin pada sebuah ban menjadi hal yang perlu diperhatikan. Kurangnya tekanan air dapat memuat perubahan pada bentuk ban. Dan bila ini terjadi tentunya akan mempengaruhi kenyamanan ketika menggunakan kendaraan tersebut kembali.

“Maka tekanan angin pada ban sebelum mobil ditinggal liburan periksa dahulu, sesuaikan dengan psi aturan pabrik. Karena kalau di tinggal lama, di atas dua mingguan tekanan angin akan berkurang dan konsennya bukan cuma ban, aki juga,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa ketika meninggalkan mobil daam kondisi ban yang kurang tekanan anginya, maka akan berdampak pada ban menjadi berisik ketika digunakan kembali karena tak lagi balance. Hal ini terjadi karena ketika ban kurang tekanan, maka akan terjadi flat spot pada ban.

“Minimal tekanan sesuai spek saat mobil mau di tinggal, jangan kempes. Kalau mau dilebihkan juga enggak apa, tapi saat mobil ingin digunakan cek ulang tekanan anginnya. Sebab, kalau tidak berkurang berarti harus di sesuaikan lagi dengan tekanan standar pabrik (kalau yang anginnya berlebih),” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *