Memilih Membeli Spare Parts Palsu, Dapat Merugikan Banyak Pihak

Ototis.com – Terkadang, masyarakat indonesia lebih memilih untuk menggunakan produk palsu atau yang biasa disebut ‘KW’ karena mempertimbangkan harganya yang lebih murah jika dibandingkan dengaan produk yang ori. Namu, tahukah anda, bahwa ketika orang lebih memilih untuk membeli barang palsu, di sisi lain perusahaan akan merugi hingga trilyunan rupiah?

Hal ini seperti yang dicatat oleh Masyarakat Indonesia Anti-Pemalsuan (MIAP), bahwa kerugian yang dialami perusahaan dengan maraknya barang palsu di tahun 2014mencapai angka Rp 6,51 triliun.

Dari angka kerugian sebanyak itu, disampaikan oleh Justisiari P, selaku pimpinan MIAP bahwa salah satu penyumbang tertinggi berasal dari industri Otomotif.

“Memang meskipun sudah ada himbauan, tingkat pembelian barang palsu termasuk di bagian otomotif masih cukup tinggi. Malahan, sekarang sudah menjadi salah satu opsi dari mereka,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (18/10/2017).

“Pada bidang otomotif, (meskipun belum terdapat angka pastinya) mereka lebih banyak membeli barang palsu di bagian fast movement seperti kampas rem,” ujar Justisiari.
Padahal, ia menambahkan, sebenarnya para pengguna tersebut mengetahuinya. Bahkan juga dampak pada kendaraannya.

“Iya padahal mereka sudah tahu kalau tidak asli, tapi tetap saja dibeli. Mungkin karena kemasan dan bentukannya berbeda dan unik ya dari aslinya. Bahkan tak jarang juga lebih bagus,” tambah Justisiari.

Berkaitan dengan hal ini, ia sangat mengharapkan supaya masyarakat mengubah pola pikirnya. Hal ini ia harapkan karena selain merugikan perusahaan, maraknya orang yang memilih untuk membeli barang paalsu tentunya juga akan merugikan konsuimen itu sendiri.

“Kerugiannya akan merembet kemana-mana seperti Negara, industri, hingga dirinya sendiri. Apalagi kalau yang dipalsukan itu pelumas. Karena, penggunaan pelumas palsu pada mesin kendaraan membuat kinerja mesin menjadi lebih berat dan menyebabkan kerusakan yang. Sehingga, biaya perawatan yang dikeluarkan akan menjadi lebih tinggi,” tutupnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *