Kedatangan Mercedes-Benz hybrid Di Indonesia Tertinggal Dibandingkan Malaysia dan Thailand

Ototis.com – Belum mampir di Indonesia, ternyata Mercedes-Benz hybrid telah terlebih dahulu mampir di Malaysia dan thailand. Di Indonesia sendiri Mercedes-Benz E Class Plug-in hybrid di GIIAS 2017.

Salah satu keterlambatan tersebut disebabkan karena belum adanya infrastruktur yang mumpuni untuk menghadapi kendaraan tersebut. Selain itu, keterlambatan mobil hibryd di Indonesia juga dikarenakan belum adanya kebijakan yang dapat menguntungkan konsumen.

“Mercedes-Benz listrik sudah ada, plug ini hybrid di Malaysia dan Thailand pun sudah ada. Karena di sana (Malaysia dan Thailand) infrastruktur, kebijakan pajak sudah ada di sana,” ujar Department Manager Public Relations PT Mercedes-Benz Distributions Indonesia, Dennis Kadaruskan, di Bandung, Jawa Barat.

Karena sebenarnya menurut pria tersebut, kendaraan ramah lingkungan dapat di realisasikan jika memang kendaraan tersebut benar-benar ketara keuntungannya bagi lingkungan, juga menguntungkan bagi konsumen yang membelinya.

“Kendaraan itu harus memberi keuntungan untuk konsumen, tetapi juga memberi keuntungan untuk lingkungannya juga. Jika tujuannya untuk bisa mengurangi dampak negatif, seperti mengurangi emisi memperkenalkan mobil ramah lingkungan itu menjadi strategi yang tepat,” katanya.

“Karena sebetulnya teknologi hybrid itu lebih mahal, oleh sebab itu membutuhkan dukungan pemerintah. Tapi memiliki kelebihan bisa mengurangi emisi dan irit bahan bakar,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *