Jika Tak Ada Peringanan Pajak, Mobil Listrik Hanya Bisa Dimiliki Kalangan Tertentu

Ototis.com – Saat ini memang beberapa pabrikan kendaraan memang sedang mulai mengembangkan mobil listrik. Sebagai contoh pabrikan yang telah fokus memproduksi mobil listrik adalah Tesla. Di beberapa negara untuk meningkatkan minat masyarakatnya terhadapĀ  mobil listrik mereka mengurangi biaya pajak yang membuat kendaraan tersebut dijual dengan harga murah.

Dengan begitu, maka mobil listrik akan berkembang di waktu yang akan datang. Indonesia sendiri untuk pengembangaan mobil listrik dapat dibilang cukup tertinggal. Secara infrastruktur serta aturan di Indonesia kedua hal itu juga belum menunjang.

Saat ini, mobil listrik seperti tesla di Indonesia masih dibandrol dengan harga yang sangat tinggi yakni hingga milyaran rupiah. Jika hal tersebut tetap dibiarkan dampaknya nanti akan hanya kalangan tertentu saja yang dapat membeli kendaraan ini.

“Belum siap kita, maunya pemerintah apa. Kan mobil listrik itu kan mahal sekali karena segala macam dan kalau sekarang kita masuk ke mobil listrik kalau nggak laku gimana, kan harus ada aturan mainnya gitu, perpajakannya segala macam nah ini yang belum kami terima,” kata Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Johannes Nangoi di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Untuk saat ini sepertinya Presiden kita sudah mulai mememberi lampu hijau terkait pengembangan mobil listrik. Namun untuk langkah yang akan di ambil belum ada kejelasan.

“Yang disebut lampu hijau itu apa, oke pemerintah setuju, berarti bersedia untuk memberikan insentif pajak. Karena kalau nggak ada kebijakan fiskal maka pajak itu akan mahal,” jelas Nangoi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *